Tampilkan postingan dengan label Sarana dan Prasarana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarana dan Prasarana. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2019

Inspirasi Adiwiyata

Sekarang sedang ngetren istilah SEKOLAH ADIWIYATA. Baik untuk sekolah yang sudah lama berdiri, maupun sekolah baru, semua berlomba-lomba untuk menjadi sekolah adiwiyata. Salah satu penerapan adiwiyata di sekolah adalah pemanfaatan barang bekas dan penerapan pembelajaran lingkungan.

Salah satu penerapan paling disukai di sekolah adalah menanam tanaman dan menghias taman sekolah. Penggunaan botol bekas dan kaleng bekas cat pun jadi pilihan. berikut ini beberapa penggunaan botol dan kaleng bekas cat untuk pot tanaman.

Membuat pot bunga dari botol bekas





  • Botol berada dalam posisi berdiri.
  • Beri tanda dengan spidol bagian mana yang akan dipotong. Posisikan di bagian tengah agak ke atas.
  • Potong bagian tengah botol dengan cutter.
  • Lubangi bagian bawah botol.
  • Botol siap untuk dibunakan sebagai pot.





  • Botol berada dalam posisi berbaring.
  • Beri tanda dengan spidol bagian mana yang akan dipotong. Posisikan di bagian agak ke atas, beri jarak 2 cm untuk lubang bawahnya.
  • Potong bagian yang telah ditandai dengan cutter.
  • Lubangi sisi seberang dari lubang tanam.
  • Botol siap untuk dibunakan sebagai pot.
Membuat pot bunga dari kaleng plastic bekas cat (bentuk kendi)



  • Siapkan kaleng plastik bekas cat ukuran 4,5 kg.
  • Lubangi sisi badan kaleng dengan membuat sayatan memanjang dari atas ke bawah, masing-masing berukuran 2-3 cm.
  • Tekan bagian atas kaleng hingga badan cat melengkung keluar.
  • Kaleng siap digunakan sebagai pot.
Catatan:

Dalam menggunakan botol sebagai pot bekas, cuci bersih botol hingga tidak ada sisa minuman di dalamnya. Potong botol dengan cutter untuk satu sisi dan dilanjutkan dengan gunting. Lubangi bagian bawah dengan paku atau obeng yang dipanaskan atau gunakan solder.

Pilih tanaman dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Tanaman yang berakar serabut lebih cocok ditanam di pot botol ini. Gunakan juga media tanam dengan jumlah kompos atau sekam lebih banyak jika pot hendak digantung. Lakukan repotting setidaknya 6 bulan sekali.

Jumat, 29 Maret 2019

Mengenal Repotting

Siapa yang suka menanam tanaman di rumah? Apa kalian menanam di tanah atau menggunakan pot? Dimana pun menanamnya, jangan lupa disiram ya..

Oh iya. Apa kalian tahu jika menanam tanaman dalam pot maka kita harus melakukan repotting atau mengganti pot yang lama dengan yang baru secara rutin. Mengapa kita perlu repotting? Kita perlu repotting agar tanaman kita bisa tumbuh dengan  baik.

Kapan sih kita harus repotting? Yaitu ketika akar tanaman kita sudah mulai keluar dari potnya. Itu artinya akar sudah memenuhi pot tempat si tanaman tumbuh. Jika tanaman mulai melambat atau berhenti tumbuh, bisa jadi kita juga perlu melakukan repotting. Yang pasti jika pot tempatnya pecah, kita harus repotting ya.. hehehe..

Repotting tidak sulit kok..
Coba lihat cara-caranya!

1. Siapkan pot dan media tanam
Teman-teman harus memilih pot yg ukurannya sesuai dengan besar tanaman nya ya.. biasanya lebih besar dari pot lama. Lalu media tanam yang disiapkan adalah campuran tanah dengan kompos.

2. Cabut tanaman
Balik pot lama yang berisi tanaman lalu tarik pot dengan perlahan hingga terlepas. Usahakan akar yang sehat tidak tercabut ya.. lalu akar yang mati bisa dibersihkan sebelum ditanam kembali.

3. Tanam tanaman di pot baru
Jika tanah yang menempel pada akar masih bagus, langsung saja tanam di pot baru. Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan tadi sampai penuh. Tidak perlu di tekan-tekan ya, supaya tanah masih memiliki ruang untuk sirkulasi udara.

4. Siram tanaman
Siram tanaman secara rutin dan lakukan perawatan seperti memupuk, mencabut rumput dan membuang serangga-serangga yang merusak tanaman. 

Lakukan repotting setidaknya 1 kali setiap 1 semester. Semoga tanaman mu tumbuh dengan subur ya..

Senin, 25 Maret 2019

Program Adiwiyata (Pendahuluan)

Kelestarian lingkungan sudah menjadi tujuan utama dalam setiap usaha yang dilakukan oleh manusia di zaman milenial ini. Seakan-akan melestarikan lingkungan sudah menjadi tren seperti mengikuti perkembangan fashion. Produk-produk yang ramah lingkungan mendapatkan tempat tersediri di pasaran dan mendapat harga jual yang tinggi. Tidak heran jika banyak produsen barang dan jasa kini mulai melirik produk-produk ramah lingkungan.

Kesadaran tentang lingkungan tentu tidak serta merta dapat tumbuh dalam diri seseorang. Masih banyak pabrik-pabrik dan usaha-usaha rumahan yang dikelola oleh orang berpendidikan namun mengesampingkan pengelolaan limbah buangan mereka. Sementara itu seorang petani lulusan SD bersusah payah memupuk lahannya dengan kompos yang dicampur dengan kotoran sapi meskipun sebenarnya ia bisa dengan mudah membeli pupuk dan pestisida kimiawi di toko pertanian.

Kegiatan Jum'at bersih


Kepedulian itulah yang tidak dapat disandingkan dengan tingginya pendidikan seseorang. Sepintar apapun seseorang, ia tidak akan mampu memahami pentingnya menjaga lingkungan jika di dalam dirinya sendiri tidak ada kesadaran tentang itu.

Pendidikan sejak kecil sudah lama digadang-gadang sebagai masa emas untuk memberikan pelajaran tentang kepedulian dan empati. Pengenalan dan pembiasaan sejak kecil akan membuat seseorang terus mengingat bahwa kepedulian dan empati termasuk dalam bagian kehidupan manusia. Perasaan kasih sayang pada lingkungan dan sesama manusia akan melekat pada diri seseorang jika pengenalan dan pembiasaan dilakukan sejak dini.
Pemanfaatan barang bekas


SDIT Ulul Albab 2 Purworejo dengan visi dan misi yang mendukung kelestarian lingkungan, membawa program adiwiyata dalam setiap aspek pendidikannya. Bukan hanya melalui program pembelajaran di kelas, SDIT Ulul Albab 2 juga membawa program adiwiyata dalam berbagai kegiatan siswa seperti outbond, jum’at bersih, ekstrakurikuler, dan berbagai kegiatan lain. SDIT Ulul Albab 2 juga berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan berbasis lingkungan baik bagi warga sekolah, guru, karyawan, siswa dan wali murid maupun warga sekitar agar terwujud lingkungan yang terjaga, bersih dan asri.

Senin, 21 Januari 2019

Generasi Qur’an “melek” Teknologi


Laboratorium Komputer

Penyediaan komputer di sekolah merupakan salah satu sarana untuk menyiapkan generasi yang mampu mengikuti tuntutan zaman. Apalagi penggunaan komputer saat ini hampir diperlukan bagi semua jenis usaha, bukan hanya bagi mereka yang bekerja di kantor atau instansi pemerintah, namun juga dalam dunia pendidikan maupun lingkungan.

SDIT Ulul Albab 2 telah memasukkan IT ke dalam pelajaran sekolah dan memberikan jam tambahan untuk ekstrakurikuler komputer. Laboratorium komputer sebagai sarana yang diberikan sekolah, dapat digunakan untuk praktek bagi anak-anak kelas 4, 5 dan 6. Didampingi oleh guru pengampu, masing-masing anak akan mencoba menjalankan program dasar Ms. Word, Ms. Exel dan Ms. PowerPoint.

Ekstrakurikuler Komputer
Sedangkan untuk pengembangan kreatifitas, anak-anak dapat mengikuti ekstrakurikuler komputer yang dilakukan di jam ekstra. Disini anak-anak didampingi oleh guru pengampu dan pendamping yang akan memberikan latihan ekstra dalam penggunaan komputer.


Selasa, 08 Januari 2019

Masjid Al Muhajirin SDIT Ulul Albab 2 Purworejo

Masjid sebagai Sentra Ibadah SDIT Ulul Albab 2


Masjid Al Muhajirin merupakan sentra aktifitas keagamaan di SDIT Ulul Albab 2. Berada di area sekolah, masjid ini mampu menampung kurang lebih 300 orang jamaah. Dilengkapi dengan peralatan sound system yang memadai, karpet, kipas angin, dan suasana yang sejuk, membuat masjid menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah.

Berbagai kegiatan keagamaan dilakukan disini seperti shalat berjamaah, tilawah, shalat sunnah, hafalan, murajaah, hingga kajian-kajian rutin untuk wali murid, guru dan karyawan.


Secara khusus shalat berjamaah di masjid SDIT Ulul Albab 2 hanya menyertakan siswa kelas 4, 5 dan 6, sementara untuk kelas yang lebih kecil diarahkan untuk latihan shalat berjamaah di kelas masing-masing. Untuk kelas kecil juga disertai dengan motivasi tentang keutamaan shalat berjamaah dan hafalan bacaan shalat.

Masjid Al Muhajirin SDIT Ulul Albab 2 Purworejo

Pembagian ini dilakukan karena anak-anak kelas besar dianggap sudah mampu menjaga adab-adab selama di masjid daripada adik-adik kelas yang lebih kecil.

Shalat berjamaah memang perlu dibiasakan sejak dini karena shalat berjamaah melatih anak-anak untuk lebih menghargai waktu. Siswa pun menjadi lebih disiplin dan terbiasa untuk sholat di awal waktu. Selain itu untuk shalat berjamaah di masjid juga akan membuat anak lebih mencintai masjid dan membuat mereka merasa lebih dekat kepada Allah SWT.

penulis Ulfa
Editor @issuchii